THE ANCIENT KOTAGEDE
Pengajian Al-Ma'arif membawakan tema "The Ancient Kotagede" diartikan dengan Kotagede Tempo Dulu yang menonjolkan unsur tradisional Kotagede kala itu.
Tema ini diangkat untuk benostalgia akan gambaran kehidupan masa lalu.
Hal ini juga berarti bahwa manusia yang hidup di zaman sekarang tak akan pernah bisa lepas dari masa lalu.
Memilih Gapura Padureksa sebagai maskot utama yang dimaknai sebagai pintu awal masuknya Islam ke dalam kehidupan masyarakat Kotagede. Gapura Padureksa ini dapat dimaknai sebagai penghubung berbagai unsur dalam kehidupan manusia. Gapura Padureksa juga digunakan sebagai simbol pintu perubahan zaman yang selalu terjadi selama kehidupan ini berlangsung.
Musik yang dibawakan merupakan perpadiian antara musik kreatif dengan berbagai instrumen drumband. Percampuran musik kreatif dan instrumen drumban dipercaya sebagai suatu hal yang
khas untuk mengiringi gema takbir.
Memakai kostum tradisional untuk mendukimg suasana tempo dulu di Kotagede. Kostum tersebut menggambarkan seluruh elemen kerajaan termasuk raja itu sendiri, abdi dalem, prajurit beserta masyarakatnya yang seria terhadap rajanya.
Terdapat lampion besar berbentuk tandu yang nantinya akan ada seorang raja yang duduk di atas tandu tersebut dan ditarik oleh beberapa orang. Lampion besar ini melambangkan kedudukan seorang raja yang lebih tinggi dari orang pada umumnya. Denyan kedudukannya yang tinggi tersebut membuatnya menjadi raja yang merangkul seluruh lapisan masyarakatnya.