Isi Perjanjian Giyanti
Perjanjian Giyanti berisi sejumlah pasal yang disepakati oleh seluruh pihak yang berkonflik sebagaimana disebutkan dalam buku 'Menelusuri Jejak Mataram Islam di Yogyakarta' (2021) oleh V. Wiranata Sujarweni berikut ini.
Pasal 1
Pangeran Mangkubumi diangkat sebagai Sultan Hamengku Buwana Senopati Ingalaga Ngabdurrahman Sayidin Panotogomo Kalifattullah di atas separuh dari Kerajaan Mataram, yang diberikan kepada beliau dengan hak turun temurun pada warisnya, dalam hal ini Pangeran Adipati Anom Bendoro Raden Mas Sundoro.
Pasal 2
Akan senantiasa diusahakan adanya kerja sama antara rakyat yang berada di bawah kekuasaan Kumpeni dengan rakyat Kasultanan.
Pasal 3
Sebelum Pepatih Dalem (Rijks-Bestuurder) dan para bupati mulai melaksanakan tugasnya masing-masing, mereka harus melakukan sumpah setia pada Kumpeni di tangan Gubernur. Intinya seorang patih dari dua kerajaan harus dikonsultasikan dengan Belanda sebelum kemudian Belanda menyetujuinya.
Pasal 4
Sri Sultan tidak akan mengangkat/memberhentikan Pepatih Dalem dan Bupati, sebelum mendapatkan persetujuan dari Kumpeni. Pokok-pokok pemikirannya itu Sultan tidak memiliki kuasa penuh terhadap berhenti atau berlanjutnya seorang patih karena segala keputusan ada di tangan Dewan Hindia Belanda.
Pasal 5
Sri Sultan akan mengampuni Bupati yang selama dalam peperangan memihak Kumpeni.
Pasal 6
Sri Sultan tidak akan menuntut haknya atas pulau Madura dan daerah-daerah pesisiran, yang telah diserahkan Sri Sunan Pakubuwana II kepada Kumpeni dalam Contract-nya pada tanggal 18 Mei 1746. Sebaliknya Kumpeni akan memberi ganti rugi kepada Sri Sultan 10.000 real tiap tahunnya.
Pasal 7
Sri Sultan akan memberi bantuan pada Sri Sunan Paku Buwana III sewaktu-waktu diperlukan.
Pasal 8
Sri Sultan berjanji akan menjual kepada Kumpeni bahan-bahan makanan dengan harga tertentu.
Pasal 9
Sultan berjanji akan menaati segala macam perjanjian yang pernah diadakan antara Raja-raja Mataram terdahulu dengan Kumpeni, khususnya perjanjian-perjanjian 1705, 1733, 1743, 1746, 1749.
Demikian pembahasan mengenai Perjanjian Giyanti lengkap dengan sejarah dan isinya. Semoga bermanfaat, Lur!
Baca artikel detikjateng, "Sejarah dan Isi Perjanjian Giyanti, Awal Pecahnya Mataram Islam" selengkapnya https://www.detik.com/jateng/budaya/d-6733143/sejarah-dan-isi-perjanjian-giyanti-awal-pecahnya-mataram-islam.
Download Apps Detikcom Sekarang https://apps.detik.com/detik/