Praktik coaching ini sebagai Tugas Mata kuliah Kepemimpinan dan Manajemen Pendidikan Dasar Universitas Terbuka dengan menggunakan teknik TIRTA.
Dosen Pengampu : Dr. Yuyun Elizabeth Patras, M. Pd
Penyusun :
Coach : Maria Sulastri 530079321
Coachee : Mega Lestari 530079156
Coaching adalah sebuah kata dalam bahasa Inggris. Menurut kamus Merriam-Webster, arti dari coaching adalah “to instruct, to direct or to train intensively“, yang artinya memberikan instruksi, bimbingan ataupun pelatihan intensif.
Pada video ini bercerita tentang keresahan dan permasalahan yang dialami oleh seorang guru terkait rendahnya motivasi belajar siswa pasca pandemi covid-19. Di sini coach membantu coachee dengan berbagai pertanyaan sehingga cochee dapat mengemukakan jawaban-jawaban sebagai solusi atas permasalahannya sendiri.
Teknik coaching yang digunakan adalah TIRTA. Coaching model TIRTa adalah proses coaching yang menerapkan langkah-langkah sebagai berikut, (T) tujuan, (I) identifikasi masalah, (R) rencana Aksi, dan (Ta) Tanggung jawab. Tirta sendiri memiliki arti ‘Air”. Proses coaching model TIRTa dilakukan mengalir seperti air sehingga coachee bisa mendapatkan penyelesaian masalahnya dari pemikirannya sendiri, tugas coach hanya menuntun sehingga coachee bisa menemukan potensi dari dalam dirinya. Seorang coach menuntun dengan mengajukan pertanyaan-pertanyaan reflektif, yaitu pertanyaan yang sifatnya terbuka dan mampu memancing coachee untuk terbuka dan menyampaikan semua yang ada dalam pemikirannya.
Saat seorang guru menjadi coach maka harus memiliki empat kompetensi dasar yaitu : (1) keterampilan membangun dasar proses coaching, (2) keterampilan membangun hubungan baik, (3) keterampilan komunikasi, (3) keterampilan berkomunikasi, dan (4) keterampilan memfasilitasi pembelajaran.
Ada empat unsur yang mendasari prinsip komunikasi yang memberdaya, yaitu: (1) hubungan saling mempercayai, (2) menggunakan data yang benar, (3) bertujuan menuntun para pihak untuk optimalisasi potensi, (4) rencana tindak lanjut atau aksi.