Home » News & Politics » NEKAT! SRI MULYANI BONGKAR KELAKUAN SOEHARTO

NEKAT! SRI MULYANI BONGKAR KELAKUAN SOEHARTO

Written By POIN on Wednesday, Oct 28, 2020 | 09:40 AM

 
Menteri Keuangan Sri Mulyani mengungkapkan salah satu fakta dalam upaya untuk menyelamatkan keuangan negara yakni melalui perbaikan pembukuan aset. Dalam hal ini Sri menjelaskan, jika negara indonesia sebelumnya tidak memiliki neraca keuangan. Sehingga barang berharga milik negara, termasuk aset dan properti penting lainya tidak pernah tercatat sebagai milik negara. Di mana hal itu terjadi selama masa kepemimpinan Presiden ke dua Soeharto. Selain itu, Sri juga mengungkapkan, sebelum adanya neraca keuangan, telah banyak aset negara yang diperjualbelikan dengan mudah karena tidak tercatat kepemilikannya. Sehingga menyebabkan banyak aset penting milik negara yang hilang begitu saja. Salah satu contohnya yaitu komplek senayan Gelora Bung Karno. Menurutnya, komplek yang luasnya meliputi manggala wanabakti TVRI, Hotel Hilton, Hotel Mulia, sampai Plaza Senayan merupakan komplek milik negara yang dibangun oleh Bung Karno. Namun, karena tidak dibukukan, sehingga komplek-komplek tersebut menjadi milik swasta dan hilang saat akan dimasukan kedalam pembukuan aset milik negara. Seperti halnya hotel hilton yang kini berganti nama menjadi Hotel Sultan. Bahkan secara mengejutkankan, Sri mengaktan jika Istana negara tempat berkantornya Presiden pun tidak memiliki title, yang sewaktu-waktu dapat diambil oleh keturunan pemimpin yang berkuasa pada saat itu yakni Herman Willem Daendels. Seperti diketahui, Presiden kedua Republik Indoneisa yakni Soeharto telah mendapat penghargaan dari MPR dengan sebutan bapak pembangunan. tidak sedikit bangunan yang telah berdiri ketika dirinya berkuasa selama 32 tahun dan Salah satunya Taman Mini Indonesia Indah. Taman Mini Indonesia Indah sendiri merupakan peninggalan dari mendiang Ibu Tien istri dari Presiden Soeharto yang saat ini pengelolaannya sedang menjadi incaran KPK karena pemasukannya untuk negara tidak optimal. Di mana yang menjadi pengelolanya adalah Yayasan swasta Harapan Kita yang di ketuai oleh Anak pertama Dari Soeharto Siti Hardiyanti Rukmana yang biasa dikenal dengan Mbak Tutut. Selain Taman Mini indonesi Indah dan Komplek Senayan Gelora Bung Karno, setidaknya masih banyak lagi peninggalan Aset negara dari zaman Bung Karno dan Soeharto yang belum masuk kedalam pembukuan neraca keuangan negara. Semoga Dengan kerja keras menteri Keuangan bersama jajarannya dapat membenahi dan mengembalikan seluruh aset negara untuk generasi-generasi yang akan datang. Thanks for all your Support. ______________________________________________ For Business : [email protected] Facebook : https://www.facebook.com/poinchannel Instagram : https://www.instagram.com/poin_channel