Home » Entertainment » SOPI KOBOK - MEMAHAMI KEARIFAN LOKAL MANGGARAI

SOPI KOBOK - MEMAHAMI KEARIFAN LOKAL MANGGARAI

Written By IWANDAISY on Wednesday, Jul 29, 2020 | 09:59 AM

 
SOPI KOBOK - MEMAHAMI KEARIFAN LOKAL MANGGARAI Warga Waerana, kecamatan Kota Komba, Manggarai Timur menyebut tanaman ini “Pu’u Tuak”, nama tersebutpun cukup familiar bagi masyarakat Manggarai Raya. Penyebutan nama pu’u Tuak berdasarkan kebiasaan masyarakat yang mungkin karena manfaat dari pohon Aren tersebut yang menghasilkan jenis alkohol alami yang sering disebut tuak. Warga Waerana, khususnya di Kelurahan Rongga Koe, pohon ini pada umumnya adalah penghasil Sopi Kobok(minuman beralkohol dengan brand sopi kobok)dan sapu Ijuk. Nira, hasil dari pohon Aren atau Enau ini oleh masyarakat setempat disulap menjadi beragam jenis olahan minuman beralkohol seperti Tuak/Kobok (minuman beralkohol dengan ciri khas dan rasa yang unik). Nama Kobok yang melekat pada brand sopi dari Waerana ini sebenarnya adalah nama sebuah Kampung yang terletak di Waerana, Kelurahan Rongga Koe, Kecamatan Kota Komba, Manggarai Timur. Jarak Kampung ini sekitar 250 meter dari jalan lintas Flores. Saat berada di sana kita dimanjakan dengan pemandangan yang cukup unik. Dimana rata-rata penghuni kampung tersebut berprofesi sebagai pengrajin Sopi. Saban hari, Pagi dan petang tak kenal lelah warga pengarajin sopi pergi menyadap pohon enau yang terletak di hutan dan sekitaran kampung tersebut. Kondisi air nira atau tuak bakok dalam bahasa setempat hasil dari sadapan pohon terlihat berwarna putih bening dengan rasa yang membuat kita yang mencobanya menjadi ketagihan. Tidak berhenti sampai disitu. Tuak Bakok yang ditampung berminggu-minggu pada akhirnya disuling. Proses penyulingan atau “Ruba Tuak” membutuhkan waktu yang cukup lama tergantung banyaknya air nira. Berbeda dengan penyulingan moke pada umumnya. Warga Kobok memiliki resep tersendiri untuk menghasilkan sopi yang berkualitas. Hal ini dikatakan Tomas Lea(45) salah salah satu pengrajin Sopi asal Kobok.