Home » People & Blogs » SEORANG ANAK KECIL SEDANG MENAMBAL BAN, MEMBANTU BAPAKNYA

SEORANG ANAK KECIL SEDANG MENAMBAL BAN, MEMBANTU BAPAKNYA

Written By regi apriandi on Thursday, Sep 19, 2019 | 12:01 PM

 
ini merupakan sebuah cerita inspiratif bagi saya, mungkin bagi teman teman juga. kalau saya so soan dalam bercerita maafkan lah. waktu petang sehabis sholat magrib, saya memutuskan untuk membeli makan bersama teman saya menggunakan sepeda motor. sesampainya di perempatan karang bawang, saya melihat disebrang perempatan ada seorang anak kecil di bengkel tambal ban yang tidak terlalu besar. karena yang saya liat hanya dia seorang diri, jadi saya dan teman saya penasaran untuk menghampirinya, dan merasa kasihan juga karena seorang anak kecil yang masih sd, mungkin dia berumur sekitar 7 sampai 8 tahun. sayapun menghampirinya dengan kendaraan saya dan sampai di samping bengkel tambal ban nya. saya menemui anak itu dan bertanya kepadanya, sedang ngapain dek, lalu dia menjawab sedang menambal ban, saya bertanya lagi kepada dia apakah dia sendirian, dan dia menjawab ia, lalu saya bertanya lagi kemana bapaknya, dia bilang bapaknya lagi pergi kesana. dan yang saya salut, dia seorang pelajar sekolah dasar yang tidak malu untuk membantu seorang bapaknya yang bekerja sebagai seorang tambal ban , bahkan dia mengerjakan sendiri menambal ban tanpa bantuan bapaknya dan bahkan ditinggalkan bapaknya pergi sebentar dalam posisi dipipnggir jalan besar yang penuh debu dan bahkan bahaya yang selalu mengintai kepada seorang anak kecil. saya salut sama anak seperti dia, diluar sana anak hanya ingin dimanja dan ingin meminta sesuatu kepada orang tuanya tanpa tahu apa yang dikerjakan orangtuanya sehari hari. kebetulan saya bersama teman saya habis membeli minuman dari alfamart dan masih dalam keadaan utuh, sayapun dan teman saya berinisiatif memberikan dia sebotol minuman dingin kepadanya. diapun tersenyum senang, mungkin dia merasa lelah karena tidak sewajar nya seorang anak kecil seperti dia menambal ban dipinggir jalan besar yang penuh debu dan bahaya. pesan saya kepada dia semangat belajar ya dek. sekian terima kasih, semoga cerita ini jadi pelajaran buat para orang tua, yang jangan hanya memanjakan seorang anaknya, supaya jika sudah besar dia bisa menjadi seseorang yang pekerja keras.