Home » News & Politics » Pulangnya si Haji Ghaib, Kusrin - 10 Oktober 2016

Pulangnya si Haji Ghaib, Kusrin - 10 Oktober 2016

Written By Listeners on Sunday, Oct 09, 2016 | 09:50 PM

 
Pulangnya si Haji Ghaib, Kusrin - 10 Oktober 2016 akhir-akhir ini jadi pembicaraan yang memberi warna beberapa media masa atas kemisteriusannya naik haji di 2016 ini. Pasca pulang ke kampung halamannya, di Desa Sumberejo-Pamotan, Rembang pada 04 Oktober tempo hari, kediaman Si Tukang Becak ini terlihat ramai didatangi banyak tamu yang memohon do’a sambil hendak ajukan pertanyaan tentang keberangkatan beribadah Haji’nya itu. Pasalnya, beredar berita jika ibadah Haji yang dikerjakan, Kasrin itu secara gaib. Seperti orang biasanya, Kasrin pulang dengan kenakan pakaian serba putih khas orang yang baru pulang dari Tanah Suci, diluar itu, pria yang berumur 60 tahunan ini, juga membawa oleh-oleh khas Tanah Suci, semisal, Korma, tasbih dan Air Zamzam. Lalu ia’pun bercerita tentang keberangkatannya itu ke Tanah Suci, yang menurut dia ia pergi ke sana bersama dengan sesosok makhluk gaib bernama Ibu Indi. Hal tersebutlah yang membuat banyak orang merasa penasaran akan apa yang diceritakan oleh Kasrin tersebut. Selain itu, para tamu juga ingin mengetahui sosok dari Ibu Indi yang diceritakan Kasrin tersebut. Menurut Kasrin, Ibu indi adalah penumpang langganannya sejak 21 tahun yang lalu, “Tapi sejak mengenal Indi, dalam pandangan saya di situ ada rumah. Mungkin kalau yang lihat orang lain, ya masih berupa tanah kosong, tak ada rumah di situ,” tuturnya. Menurut Kasrin, ia berangkat ke Tanah Suci hampir sama dengan apa yang dilakukan orang-orang yang berangkat Haji pada umumnya. Yang mana, naik bus lalu naik pesawat. Namun yang membuat Kasrim merasa aneh adalah, orang-orang nampak tidak menyadari akan kehadiran ia dan Ibu Indi baik di dalam Bus maupun pesawat. Selain itu, kasrim juga terus diingatkan oleh sosok Ibu Indi tersebut untuk terus memegangi baju dari teman gaibnya itu. Baik itu saat di perjalanan maupun kala melakukan rukun haji, semisal Sa’i maupun tawaf. Lantaran, kata Ibu Indi, jika sampai terpisah maka Kasrin tidak dapat kembali ke Tanah Air. Sehingga, selama 44 hari disana, Kasrim tak pernah jauh-jauh dari Ibu Indi dan selalu bersama melakukan segala aktifitas harian, baik itu makan, tidur dll. Selain itu, Kasrin juga dilarang untuk tidak berbicara dengn orang lain tanpa seizin dari Ibu Indi. antaran, segala keperluan dari Kasrim’pun dapat dipenuhi oleh teman Gaibnya tersebut. Termasuk saat hari Qurban kemarin, dimana ia dan Ibu Indi kurba 2 ekor unta, satu untuk keluarga Kasrin dan yang satunya lagi untuk keluarga Ibu Indi. Yang mana, harga untuk seEkor unta saja 17Jt, kesemuanya dibayarkan oleh Ibu Indi, dan saya hanya ikut membayar 2Jt saja, dari bekal uang saku yang dibawa dari rumah. Saat pulang, ternyata, Ibu Indi juga ikut pulang kerumah Kasrin, “Bu Indi juga ikut ke sini, tapi tak ada yang bisa melihatnya. Sekarang pun orangnya ada di dalam kamar,” pungkasnya.