NAPAK TILAS PERJALANAN HAYAM WURUK
Kabupaten Mojokerto adalah wilayah yang mempunyai banyak obyek wisata budaya yang menarik
Di wilayah inilah ditemukan bekas ibukota kerajaan Majapahit, yang merupakan kerajaan besar yang pernah ada di Indonesia
Ini adalah gambar pendopo bekas ibukota Majapahit tersebut yang ada di daerah Trowulan, mojokerto
Selain pendopo ditemukan juga bekas kolam yang dikenal dengan nama Segaran
Untuk memasuki kota majapahit, terdapat pintu gerbang yaitu Wringin Lawang disebelah timur dan bajang Ratu di sebelah barat
Dari silsilah raja-raja Majapahit berikut ini, yang tercatat dalam sejarah sebagai raja terbesar adalah Rajasanegara atau Hayam Wuruk 1350 -- 1389 M
Menurut Negarakertagama diketahui bahwa, Raja Hayam Wuruk pernah melakukan perjalanan ritual ke Lumajang dengan melalui beberapa tempat persinggahan
Rute perjalanan tersebut bisa dilihat dari peta perjalanan Raja Hayam Wuruk berikut ini
Perjalanan dari keraton Majapahit ke Lumajang tersebut singgah di beberapa tempat suci yang sampai sekarang masih bisa di lihat, diantaranya adalah: candi Pari, Situs Banyubiru, Situs Biting dan Candi Jabung.
Sebelum ke candi pari, raja Hayam Wuruk diperkirakan singgah di daearah Raos Pecinan, yang berada di tepi selatan sungai Berantas, masuk dalam wilayah Kabupaten Pasuruan saat ini,
Lokasi situs raos pecinan ini berada berseberangan dengan candi Pari
Peninggalan yang masih bisa kita lihat pada situs ini adalah, dua patung Dwarapala yang terbuat dari batu
Inilah candi Pari yang konon pernah disinggahi Raja Hayam Wuruk untuk melakukan upacara ritual atau srada.
Candi ini sekarang terletak di wilayah Candi pari, kecamatan Porong, Kabupaten Sidoarjo
Setelah dari candi pari perjalanan dilanjutkan menuju ke situs Banyubiru yang sekarang ini masuk dalam wilayah kabupaten Pasuruan.
Ini adalah situs Banyubiru, pada situs ini terdapat sumber mata air yang diperkirakan dulu merupakan daerah percandian dan pernah disinggahi oleh Hayam Wuruk
Salah satu bukti sebagai bekas percandian di lokasi banyak kita temukan patung
Situs Banyubiru sekarang dijadikan tempat wisata kolam renang dan sumber air minum bagi wilayah sekitarnya
Selanjutnya dari Banyubiru kota tujuan perjalanan raja hayam wuruk berikutnya adalah kota Lumajang.
Kota ini sekarang terkenal sebagai kota penghasil pisang, khususnya pisang agung yang ukurannya cukup besar dan tahan lama dalam penyimpanannya
Di wilayah ini terdapat beberapa situs peninggalan Majapahit, salah satu diantaranya adalah situs Biting yang diperkirakan sebagai beteng kerajaan yang terletak di tepi sungai
Untuk mengetahui sejarah situs biting ini mari kita dengar keterangan dari penduduk setempat sebagai nara sumber
Selain penduduk sebagai nara sumber, berikut ini kita dengarkan keterangan dari juru kunci situs biting
Setelah dari wilayah Lumajang, perjalanan dilanjutkan ke kota Probolinggo. Di wilayah ini kita jumpai salah satu candi yang cukup penting.
Candi tersebut adalah candi Jabung. Perjalanan menuju candi ini melalui jalan desa dengan suasananya yang cukup asri
Inilah candi jabung yang merupakan candi tempat Raja Hayam Wuruk melakukan upacara atau srada, karena di tempat ini diyakini sebagai tempat leluhur raja Hayam Wuruk.
Candi ini terbuat dari batu bata merah, panel-panel candi terlihat sudah aus sehingga sulit untuk dikenali fragmen cerita yang menghiasi candi.
Untuk mengetahui sejarah candi jabung ini berikut kita dengarkan penuturan dari juru kunci candi jabung.
Pemirsa sekalian, setelah kunjungan di candi jabung inilah paket menelusuri jejak perjalanan Raja Hayam Wuruk kita akhiri, semoga bisa memberikan tambahan informasi kepada kita akan kebesaran kerajaan majapahit.