Tradisi Konvoi Pelajar untuk merayakan kelulusan mereka tetap berlangsung, meskipun sudah dilarang oleh pihak kepolisian. Konvoi yang dilakukan pelajar SMA/SMK tetap saja mengganggu pengguna jalan lain. Pihak Kepolisian mengawal jalannya konvoi dengan menggunakan mobil Patwal.
BLITAR, Blitar Raya News -- Perayaan kelulusan pelajar SMA/SMK Kota Blitar tetap saja dirayakan dengan Konvoi keliling kota, Senin, 16/05/ kemarin, meskipun sebelumnya sudah ada himbauan dari polisi, agar tidak merayakan kelulusan dengan konvoi.
Titik konsentrasi massa peserta konvoi ada di sejumlah tempat, yakni di Jalan Diponegoro, jalan Panglima Sudirman, Jembatan jalan Musi, jalan Sultan Agung dan tempat-tempat lainnya. Peserta Konvoi kelihatan ugal-ugalan di jalanan, meskipun sudah dikawal oleh polisi dengan mobil Patwal. Mereka mengganggu ketertiban umum dan tak peduli dengan pengguna jalan lainnya. Bahkan mereka sampai memenuhi badan jalan, sehingga para pengguna jalan lainnya terpaksa mengalah minggir ke sisi jalan.
Dengan bangganya para ABG itu mengecat baju serta rambutnya sambil ada yang berdiri di atas motornya dengan rasa suka cita tanpa mempedulikan orang lain, seakan-akan hari dan jalan ini milik mereka. Baik pelajar laki-laki maupun permpuan semuanya saling menyemprotkan Pylox ke baju maupun celana juga rok, samapi tidak ada yang ketinggalan.
"Kapan lagi mas kalau gak sekarang ... inilah yang kami tunggu-tunggu. Hal ini untuk melampiaskan hasil kerja keras kami selama tiga tahun menuntut ilmu dan berakhir dengan hasil Lulus. Selain itu juga untuk melepas masa ABG yang terkesan hanya hura-hura, dan untuk melihat masa depan," ungkap slaah seoran pelajar SMA di Blitar.
Menurut anggota Polresta Blitar, Suwoko yang juga mengamankan jalannya konvoi mengatakan, sebenarnya jauh hari sudah ada himbauan agar tidak konvoi dan sudah mengantisipasi. Namun para ABG itu tetap saja bersikeras untuk konvoi keliling kota.
"Jauh -- jauh hari sebetulnya pihak kamisudah member himbauan agar tidak konvoi. Namun yaa itulah mereka tetap bersikeras. Untuk itu kami harus memberikan syarat kepada mereka agar mau dikawal oleh petugas dan tidak mengganggu pengguna jalan lain,"jelas Suwoko.
Beda yang dilakukan SMAN 1 Blitar, tidak sama dengan yang dilakukan rekannya dari SMA/SMK lainnya dengan konvoi. Mereka merayakan kelulusan di halaman sekolahnya dengan mengucap syukur dan besalam-salaman dengan para guru didiknya. Kemudian para pelajar SMAN 1 ini meluapkan kegembiraannya dengan berlari-lari ketengah lapangan bersama-sama sambil melemparkan tas dan topinya keudara. Hal ini dilakukan untuk memberi contoh kepada sekolah lain agar kelulusan itu tidak harus konvoi keliling kota yang terkesan anarkhis dan menggangu pengguna jalan lain. (JFT)